Minggu, 13 Juli 2025

Surga


Aku ingin kembali ke dalam pelukan ayah dan ibu, mengadu kalau dunia sudah tak sama seperti dulu

Kian hari kian tak kuat lagi

Rasanya, kasih mereka lama-lama akan habis tergerus keasaman air hujan dari langit perkotaan

Aku ingin meringkuk, kembali dalam peluk, dibelai dan dikasih lagi

 

Sebab aku dewasa dan mereka menua, sementara hati dan pikiran masih kanak-kanak pendamba cinta

Aku belum bisa menemukan yang sama—aku sadar aku tak akan bisa

Dan kesempatan itu hanya diberi satu, kalau lengah sedikit maka semua akan habis, lalu penyesalan akan senang melihatmu menangis

 

Aku tak rela waktuku sia-sia, tetapi senantiasa dibuat dunia sibuk entah apalah jua, memecah fokus dari tujuan utama

Rasanya, takdir manusia itu sebenarnya sama, hanya diulang-ulang dan akhirnya menuju binasa

Namun, aku ingin dilihat kuat, sama seperti yang mereka ceritakan kepada orang sejagat, kalau anaknya yang dicinta itu dibuatnya bahagia

 

Aku juga ingin mengelu-elukan mereka, bahwa aku mengasihi karena terkasihi, dan akhirnya dunia pun akan menjadi surga kelak kita selalu bersama

Kelak, oh kelak kita akan bersama

Lagi, kembali, dan abadi—jauh dari cengkraman dunia—aku akan dilihat sedang menangis bahagia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matilah

  Telah lama aku hidup sendiri  tapi itu pertama kali  aku merasa tak sanggup berdiri Aku menyalahkanmu untuk segala alasan  mereka pernah m...