Andai terlahir kembali, bertautlah jiwa kita dalam
kasih tanpa pernah bisa mewujud rupa
Pun begitu, aku akan tetap lega karena bisa mendekapmu
Menatap wajahmu di akhir dunia aku terpana, lantas
terbisiklah kata-kata sederhana yang selama ini sulit kita cerna
Dan aku selalu menanti masa untuk menyatakan hal yang
sama
Meski berpeluh kesah, di kehidupan ini aku tidak
merasa kalah
Dalam setiap sudut, gemerlap dan gelap, aku menemukan
jiwamu berpendar menyala
Dan ketika kau di sana, Rasi Bintang, aku percaya
bahwa kau adalah satu dari sekian alasanku untuk meraga
Mungkin di kehidupan selanjutnya aku tidak di sana,
mungkin kau tak sadar bahwa aku bahkan pernah singgah
Tapi bukan mengapa, kau memang layak dicinta dalam
setiap pertemuan yang menghasilkan kita
Jadi, Rasi Bintang, pergilah kalau kau harus—
Jauh, jauh dariku yang telah larut dalam koloid
bernama dunia—
Raihlah bagimu arti dari surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar