Jumat, 26 September 2025

Habis Baca Apa? | Animal Farm

Animal Farm
George Orwell
Harcourt, Inc.
2003


26/09/2025

Habis baca versi bahasa Inggrisnya. Surprisingly gampang dipahami, karena kukira bakal banyak diksi yang sulit, tapi ternyata bahasanya cukup lugas dan kalaupun ada makna tersurat, ya dikit-dikit doang lah... ada sih kata-kata yang nggak kuketahui (artinya dalam bahasa Indonesia), tapi gak banyak, dan mungkin emang karena literatur tulisan 1945 lah ya.
Waktu baca di pertengahan, kupikir novella ini bisa dibaca semua kalangan usia, karena meski nggak tahu makna intrinsiknya juga tetap bisa mengikuti plot dan nggak ada kata-kata kasar. Ternyata, setelah mikir gitu, ada bagian yang menjelaskan kekerasannya. Ya sudahlah. Sebenarnya, menurutku, nggak terlalu detail juga, sih. Walau, ya, pilihan kata-katanya memang apa adanya. Jadi, ya, mungkin tetap aja-- nggak bisa buat semua usia. Menurutku, bahasanya nggak dibuat terlalu muluk-muluk mungkin agar mudah dipahami orang. Ya, cerita itu sendiri aja merupakan metafora, mungkin si Orwell ini nggak mau bikin orang-orang terlalu bingung sama yang ingin dia sampaikan. 
Jadi, apakah sesuai ekspektasi? Tidak. Apakah lebih baik dari ekspektasi? Secara plot, sejujurnya tidak juga. Cerita ini simple, sekali lagi, mudah untuk dipahami. Tapi mengingat cerita ini sebenarnya membungkus situasi politik di real-life-- itu yang bikin terkesima. Pengartiannya yang "oke banget". Apalagi kalau dibandingkan dengan pemerintahan... aduhai, mengapa mirip sekali, ya? Miris.
Anyways. Menurutku, alur ceritanya mudah ditebak. Begitupun, tetap bikin geleng-geleng kepala juga. Beberapa kali aku harus diam dulu setelah baca bagian-bagian tertentu, baru bisa lanjut baca lagi. Tipikal buku di mana waktu baca harus mengambil jeda, tarik napas, terus keliling rumah atau diam merenung, baru lanjut baca lagi. Benar-benar refleksi dari masa kini, kalau kataku. Dan lagi-lagi, menurutku, buku ini bagus secara pemaknaannya: apa yang sebenarnya berusaha disampaikan dan mengapa ingin disampaikan. Selanjutnya, aku jadi penasaran, sebenarnya apa sih yang terjadi di tahun 1945? Si Orwell ini mengkritik siapa? Dan kenapa ceritanya mirip sekali dengan situasi di In--

(Serius, ini sebenarnya Orwell yang terinspirasi sama "mereka" ((gak mungkin juga)) atau "mereka" yang terinspirasi sama Orwell ((emang pernah baca?)), sih?)

(Edited: ya, okelah, sekarang sudah tercerahkan.)

Senin, 01 September 2025

Rasi Bintang


Andai terlahir kembali, bertautlah jiwa kita dalam kasih tanpa pernah bisa mewujud rupa

Pun begitu, aku akan tetap lega karena bisa mendekapmu

 

Menatap wajahmu di akhir dunia aku terpana, lantas terbisiklah kata-kata sederhana yang selama ini sulit kita cerna

Dan aku selalu menanti masa untuk menyatakan hal yang sama

 

Meski berpeluh kesah, di kehidupan ini aku tidak merasa kalah

Dalam setiap sudut, gemerlap dan gelap, aku menemukan jiwamu berpendar menyala

Dan ketika kau di sana, Rasi Bintang, aku percaya bahwa kau adalah satu dari sekian alasanku untuk meraga

 

Mungkin di kehidupan selanjutnya aku tidak di sana, mungkin kau tak sadar bahwa aku bahkan pernah singgah

Tapi bukan mengapa, kau memang layak dicinta dalam setiap pertemuan yang menghasilkan kita

 

Jadi, Rasi Bintang, pergilah kalau kau harus—

Jauh, jauh dariku yang telah larut dalam koloid bernama dunia—

Raihlah bagimu arti dari surga

Matilah

  Telah lama aku hidup sendiri  tapi itu pertama kali  aku merasa tak sanggup berdiri Aku menyalahkanmu untuk segala alasan  mereka pernah m...