Sabtu, 04 April 2026

Matilah

 

Telah lama aku hidup sendiri 

tapi itu pertama kali 

aku merasa tak sanggup berdiri


Aku menyalahkanmu untuk segala alasan 

mereka pernah memaafkan 

para setan yang masih bebas berkeliaran


Aku menyalahkanmu untuk segala hina 

yang takkan pernah bisa hilang 

meski terlupakan oleh ingatanku yang usang


Sebab kala itu adalah bahagia 

sampai kau datang merusak semua


Sungguh aku mengutukmu 

hingga ke anak cucu 

hingga mereka sibuk menangkal darah sama yang mengalir darimu


Kuharap di dini hari 

mereka terjaga mengingat segala dengki 

yang merayap hingga ke ulu hati


Aku ingin kau melihat mereka membubur 

oleh tangan sendiri yang pernah melacur 

hingga mereka menangis, memohon ingin hancur


Namun sekecil-kecilnya, 

kuharap mereka merasa 

hadirku datang untuk membenci


Dan sekalipun semesta mengampuni, 

aku tetap tidak sudi 

sampai kau mati oleh tanganku sendiri


...


Pertama kali ditulis pada 11 November 2025

Maaf Tidak Maaf

 
Tuhan, maafkan aku.


Maafkan aku yang tak kunjung mengindah setelah berhari-hari Engkau beri arah.

Maaf telah menjadi hamba yang bebal. Tapi, Tuhan, akan kukembalikan suci kepada-Mu bersama dengan terlepasnya belenggu hati. 

Dengan ini, Tuhan, aku ingin membawa diri tuk pergi. 


Tuhan, maafkan aku.


Maafkan aku yang tidak bisa memaaf. 

Aku sungguh tak mau, Ya Tuhan, maka maafkanlah aku. 

Di tengah kumandang kemenangan aku bersedia, bersujud pada-Mu

dan dengan begitu Engkau gugurkan segenap keberatan dari dadaku, Ya Tuhan, Engkau sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 


Matilah

  Telah lama aku hidup sendiri  tapi itu pertama kali  aku merasa tak sanggup berdiri Aku menyalahkanmu untuk segala alasan  mereka pernah m...