Kiranya masa kecilku ikut terkubur di tempat itu, akan kumusnahkan kenangan dan seisinya.
Genteng,
dinding, keramik, dan kamar tidurku akan lebur dilahap api yang menyulut-nyulut
sejak ia dilahirkan.
Rumah setan.
Bajingan!
Kiranya tak pernah ada hal baik yang datang dari dinding-dindingnya selain belas kasih sayang—yang pun, nantinya, akan ikut kubawa.
Biarlah tempat
itu terbakar di neraka, tempat seluruh mimpi burukku bersemayam nyaman, abadi
dalam nestapa.
Tak pernah ada
orang yang benar-benar bersalah—kata mereka—maka akan kukutuk ia sampai tiba
waktuku berpindah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar